TERLALU TIPIS DAN JELEK, DEWAN SIDAK PROYEK JALAN RAYA SAWOO


Notice: WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/u5325998/public_html/dprd-ponorogo.go.id/wp-includes/functions.php on line 5313


RIBUT RIYANTO
Ponorogo- Proyek pembangunan jalan raya Sawoo menuju Tempuran dan sebaliknya tak juga rampung, enam anggota dewan dari komisi C DPRD Ponorogo langsung melakukan inspeksi mendadak di lokasi. Hasilnya, dewan menemukan, kondisi jalan sepanjang 350 meter memang rusak parah dan proyek pengerjaannya terkesan lamban.

“kami terima banyak keluhan dari masyarakat. Karena jalan rusak parah dan mereka harus memutar jauh,” ungkap Ribut, anggota komisi C DPRD Ponorogo.  Apalagi, selama proyek  pengecoran jalan tersebut, badan jalan harus ditutup total, sehingga tak bisa dilewati para pengguna jalan.

“jadi kasihan warga, mereka harus memutar jauh dan jalan alternatifnya itu sangat sulit dilewati bahkan cenderung bahaya kalau membawa muatan atau orang sakit misalnya,” lanjutnya.

Politisi PKS ini juga menyayangkan, proyek pengerjaan pengaspalan jalan tersebut hingga kini molor 3 bulan lebih. Walaupun sebenarnya, jika ini digarap dengan serius dan cepat, masih ada sisa waktu.

Belakangan diketahui, ternyata proyek tersebut sebenarnya telah selesai, namun oleh dinas PU dinyatakan tidak sesuai, sehingga harus diperbaiki. Dan saat ini, CV penggarap seperti mengulang proyek pengecoran jalan, sehingga memakan waktu lama.

“ternyata proyek itu sebenarnya sudah selesai, namun setelah di P1 oleh PU, ternyata terlalu tipis dan pengerjaannya terlalu jelek, sehingga PU meminta CV penggarap mengulangi pengerjaannya,” jelas Ribut.

Meski tak terlalu panjang, namun pengecoran jalan tersebut sangat vital dirasakan oleh warga. Sebab, itu menjadi akses utama warga dari beberapa desa, seperti Tumpak Pelem dan Tempuran menuju Sawoo dan juga Kabupaten Trenggalek.

“Pokoknya ini kita kawal terus, karena sekali lagi kasihan warga. Yaa yang kita minta pengerjaan itu yang professional lah sehingga bisa cepat. Ketika tiga bulan tak selesai, masyarakat kan susah,” tandas Ribut.