Sidak Komisi C DPRD Ponorogo Pasca jebolnya tanggul sungai di Desa Maguhan Sambit


Notice: WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/u5325998/public_html/dprd-ponorogo.go.id/wp-includes/functions.php on line 5313

_MG_7032Ponorogo – Pasca jebolnya tanggul sungai di Desa Maguhan Kecamatan Sambit, beberapa hari lalu, karena tidak mampu menampung derasnya arus sungai yang merupakan pertemuan dari 3 sungai setelah diguyur hujan deras, hari ini Komisi C DPRD Kabupaten Ponorogo bersama BPDB serta Dinas PU melakukan sidak dilokasi tersebut,

Sidak yang dipimpin langsung Ketua Komisi C, Ir. Moh. Erkhamni. M.Si sempat melakukan pengukuran secara langsung di lokasi kejadian, tanggul setinggi 5 meter dan panjang 10 meter tersebut jebol setelah diterjang banjir, akibatnya sejumlah rumah warga terendam dan 2 kandang hewan ternak warga rusak.

Sementara itu dari data pihak desa, tanggul tersebut sudah tiga kali ini jebol akibat diterjang banjir, karena sungai Maguhan merupakan pertemuan dari sejumlah sungai sehingga debit air disungai tersebut meningkat saat musim penghujan seperti saat ini.

Meski saat ini tanggul yang jebol sudah dilakukan penutupan dengan ratusan karung pasir yang dilakukan secara gotong royong oleh warga yang dibantu personil TNI serta relawan, namun saat ini pemerintah telah menganggarkan untuk pembangunan tanggul jebol tersebut secara permanen, dan diprioritaskan pembangunannya.

“ Karena ini darurat, pembangunan tanggul di Desa Maguhan harus segera dilakukan agar bencana banjir tidak terulang sekaligus mengantisipasi keresahan warga menyusul intensitas hujan yang masih relatif tinggi,” terang Erkhamni.

Tanggul di sungai Maguhan Kecamatan Sambit kemarin (28/2) jebol, setelah diterjang banjir karena tidak mampu menampung debit air kiriman dari sejumlah sungai. Sedikitnya duapuluh lima rumah warga terendam dan dua kadang ternak milik warga ambruk diterjang banjir.