Puluhan aktivis mahasiswa menggelar aksi solidaritas di depan gedung DPRD


Notice: WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/u5325998/public_html/dprd-ponorogo.go.id/wp-includes/functions.php on line 5313

Ponorogo – Puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam( HMI) cabang ponorogo, berunjuk rasa di depan kantor DPRD Ponorogo. Para pengunjuk rasa mendesak pihak kepolisian untuk mengusut okum polisi yang melakukan tindakan kekerasan pada mahasiswa saat berunjuk rasa di bengkulu tanggal 18 september kemarin,

Selian itu para mahasiswa juga menyoroti kebijakan import beras yang dirasa tidak berpihak pada para petani padahal Indonesia termasuk negara agraris, para pengunjuk rasa pemerintah lamban dalam mengatasi keterpurukan nilai rupiah terhadap dolla yang kini tembus diangka lima belas ribu rupiah.

Ketua HMI Cabang Ponorogo Husein Effendi menyatakan, aksi ini merupakan solidaritas atas sikap represif sejumlah oknum polisi yang melepaskan tembakan dan melakukan pemukulan terhadap rekannya sesama anggota HMI di Bengkulu yang menggelar aksi unjuk rasa terkait berbagai kondisi bangsa akhir-akhir ini.

“ kita menuntut Kapolri untuk meminta maaf kepada para mahasiswa terkait aksi represif anggotanya kepada kader HMI yang berunjuk rasa di Bengkulu.” Ungkapnya

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Ponorogo Aniek Suharto saat menemui para pengunjuk rasa menyatakan setuju dengan sikap Dirut Bulog Budi Waseso yang menolak impor beras, selain negara agraris, dari data pihak dprd, stok beras di gudang beras subdivre ponorogo cukup melimpah, dan jika ditambah beras impor tentu akan berpengaruh pada kondisi dan kualitas beras akan turun, karena proses pendistribusian bertahab.

Wakil Ketua DPRD Ponorogo Aniek Suharto yang didampingi anggota Komisi C, Puryono terlihat kompak dan setuju dengan mahasiswa yang terus menolak rencana impor beras.

“Kita sepakat dengan Dirut Bulog Budi Waseso karena ketika hasil petani kita melimpah dan impor kan berarti akan semakin melimpah. Sesuai mekanisme pasar, maka harga beras akan anjlok. Betapa kasihan petani kita kalau harga beras harus hancur,” terang Aniek di depan para pengunjuk rasa.

Setelah menyampaikan aspiranya di depan para wakil rakyat, para mahasiswa kemudian membubarkan diri, namun para mahasiwa akan berunjuk rasa kembali dengan masa yang lebih banyak jika tuntutan mereka tidak dikabulkan.