Komisi C dan eksekutif kaji ulang penutupan galian C


Notice: WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/u5325998/public_html/dprd-ponorogo.go.id/wp-includes/functions.php on line 5313

2015-10-31-10-14-29Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ponorogo melakukan koordinasi bersama dengan eksekutif untuk mengkaji ulang banyaknya penutupan penambangan galian C, Jumat(30/10/2015).

 

Rapat koordinasi yang bertempat di ruang Bantarangin lantai dua gedung Pemkab Ponorogo tersebut juga dihadiri Dandim 0802 Kol Inf Slamet Rahadjo, Wakapolres dan satuan kerja terkait.

 

“Kita melakukan rapat koordinasi bersama forpimda terkait dengan banyaknya penutupan usaha tambang galian C,”ucap Ribut anggota komisi C DPRD Ponorogo.

 

Disebutkan Ribut, dengan adanya penutupan usaha galian C ini telah menimbulkan site efeck yang yang komplek di masyarakat yaitu menjadi sulitnya untuk mendapatkan pasir sebagai bahan bangunan utama dan pengusaha sendiri.

 

“Jadi penutupan usaha tambang galian C ini telah menimbulkan site efek yang komplek, tidak hanya pengusaha saja, akan tetapi juga banyak masalah yang timbul di masyarakat, sehingga harus segera dicarikan jalan keluarnya,”terangnya.

 

Diantara masalah yang timbul karena penutupan tambang galian C tersebut adalah banyaknya pekerja yang nota bene adalah juga berasal dari masyarakat menjadi nganggur kehilangan mata pencaharian, kontraktor banyak yang ketir-ketir tidak bisa menyelesaikan proyeknya, semua terdampak sehingga pembangunan menjadi macet.

 

Untuk itu dalam rapat koordinasi bersama Forpimda, komisi C memberikan masukan agar semua usaha tambang yang ijinya masih berlaku namun ditutup segera dibuka kembali dengan syarat hasil tambang difokuskan untuk wilayah Ponorogo saja, dan diperhatikan untuk tonase agar jalan yang dilalui tidak segera rusak, dan segera mengeluarkan dana CSR untuk perbaikan jalan yang rusak akibat dilalui truk-truk pengangkut material tambang.

 

“Menurut saya penutupan usaha tambang bukanlah solusi utama, dan usaha tambang yang telah ditutup harus segera dibuka kembali tanpa menguragi kearifan lokal, lingkungan sekitar, dan melakukan pembenahan paska penambangan,”ucap Ribut.

 

Ditambahkan Ribut, dalam rapat koordinasi tersebut, Pj Bupati Maskur sangat mendukung dibukanya kembali sejumlah usaha tambang galian C. Bahkan pihak Polres yang diwakili Wakapolres Harnoko siap membantu dalam pengamananya.